
Tanjung Selor (Humas Kemenag) - Koordinator Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulungan, H. Samsuddin, mengajak para orang tua santri untuk melanjutkan pendidikan anak-anak mereka di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Nurul Mujahidah. Ajakan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara perpisahan dan pelepasan santri-santriwati Pesantren Nurul Mujahidah Nahdlatul Wathan Tanjung Selor, Minggu (11/5/2025).
Dalam sambutannya, H. Samsuddin mengapresiasi sistem pendidikan yang diterapkan di lingkungan pesantren dan madrasah Nurul Mujahidah. Ia menegaskan bahwa pesantren dan madrasah tersebut tidak hanya membekali santri dengan ilmu agama, tetapi juga mengajarkan kecakapan hidup, penguasaan teknologi, serta kemampuan berbahasa yang mumpuni.
“Di sini anak-anak diajarkan bagaimana berakhlak mulia, berbudi pekerti yang baik dan sopan santun. Di sini juga diajarkan ilmu pengetahuan, teknologi informasi, keterampilan hidup, ilmu agama lebih banyak, serta kemampuan berbahasa tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembelajaran di lingkungan pesantren turut melatih santri untuk hidup sederhana, bersabar, dan mandiri dalam keterbatasan sarana dan prasarana yang ada.
“Juga diajari hidup sederhana di lingkungan dengan sarana dan fasilitas yang sangat terbatas. Di sini anak-anak dididik kesabaran dan kemandirian. Walaupun dalam kesederhanaan dan keterbatasan, anak-anak di sini terpacu untuk giat belajar dan termotivasi untuk dapat meraih ilmu semaksimal mungkin,” tutur H. Samsuddin.
Ia menyebutkan, bukti nyata hasil pendidikan tersebut dapat dilihat dari penampilan para santri dalam acara perpisahan dan dari berbagai prestasi yang telah mereka raih selama ini. Menurutnya, semua hal tersebut merupakan bekal utama yang harus ditanamkan kepada generasi penerus bangsa yang unggul.
Pada akhir sambutannya, H. Samsuddin juga menyampaikan rasa bangganya kepada Kepala MTs dan Kepala MA Nurul Mujahidah atas komitmen mereka dalam membina lembaga pendidikan. Ia menilai kedua kepala madrasah tersebut aktif berkoordinasi dan berkonsultasi dengan pengawas madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan.
“Keduanya rajin belajar dan berusaha ingin tahu apa yang harus ia lakukan yang jadi tanggung jawabnya sebagai kepala madrasah. Hal seperti ini yang kami suka,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, H. Samsuddin juga didaulat untuk memimpin prosesi wisuda para santri-santriwati bersama pimpinan yayasan dan pimpinan pondok pesantren. Acara turut dirangkai dengan pemberian apresiasi dan penghargaan kepada para siswa-siswi berprestasi dan lulusan terbaik tahun ajaran 2024/2025 pada setiap jenjang pendidikan di lingkungan Pesantren Nurul Mujahidah.
Untuk jenjang MTs, lulusan terbaik tahun ajaran 2024/2025 diraih oleh Safinatul Izza Wiantoro. Sementara itu, lulusan terbaik jenjang MA diraih oleh Sohibul Ichsan. Piagam penghargaan dari Kementerian Agama bagi para lulusan terbaik diserahkan langsung oleh H. Samsuddin didampingi Pengawas Bidang Akademik, Hj. Siti Aminah.
“Hari ini kita juga memberi apresiasi penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi dan siswa-siswi lulusan terbaik tahun ajaran 2024/2025 pada setiap jenjang pada Pesantren Nurul Mujahidah,” pungkas H. Samsuddin.*Lcy
